Energi Baru dan
Terbarukan (biasa disingkat EBT) akan menjadi primadona energi masa depan.
Sifatnya yang selalu baru dan berkelanjutan serta ramah terhadap lingkungan
menjadi penentu utama pilihan energi masyarakat dunia. Banyak jenis EBT yang
telah dikenal antara lain energi surya, energi panas bumi, energi angin, energi
biomassa, energi air.
Namun untuk kondisi
sekarang, peran EBT masih tergolong kecil dibandingkan dengan peran energi
fosil sebagai sumber energi primer dunia. Energi fosil (yaitu minyak bumi, gas
dan batubara) masih mendominasi dalam pemakaian energi karena mudah, murah dan
masih tersedia. Teknologi pemanfaatan energi fosil pun sudah sangat dikuasai
dengan baik. Namun, efek buruk energi fosil adalah sifatnya yang merusak
lingkungan.
Gas buang hasil
pembakaran energi fosil adalah CO2 yang meracuni manusia. Efek rumah kacanya
mengganggu keseimbangan panas global, sehingga dikuatirkan akan meningkatkan
suhu bumi lantas mencairkan es di kutub. Ujung-ujungnya berakibat kepada naiknya
permukaan air laut, dan menenggelamkan kawasan-kawasan rendah daratan bumi.
Itulah alasan utama
kenapa kini negara-negara di dunia berlomba menemukan cara untuk mencari
pengganti energi fosil ini. EBT menjadi pilihan penting, dan setiap negara kini
mulai menyusun langkah-langkah strategis mereka bagaimana roadmap menuju transformasi energi fosil ke penggunaan EBT.
Indonesia dalam hal ini
Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bertanggung-jawab dalam hal pemenuhan
dan pengelolaan kebutuhan energi nasional. Strategi yang jitu perlu dirumuskan dalam
perencanaan pengembangan EBT Indonesia. Salahsatu program andalannya adalah
Patriot Energi. Yang intinya menggerakkan sumber daya manusia pilihan dari para
sarjana lulusan baru untuk menjadi kader penggerak pengawal EBT di garis depan.
Selama ini program
pengembangan EBT dilancarkan di kawasan desa terpencil yang sukar mendapatkan
layanan listrik utama. Sehingga peralatan listrik yang bersumberkan dari EBT
menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan listrik di pedesaan. Umumnya
peralatan yang cukup simpel dan mudah diselenggarakan untuk keperluan ini
adalah PLTS dan PLTMH, sesuai dengan kondisi potensi wilayah desa sasaran.
Namun di sisi lain kemampuan
sumber daya manusia di wilayah desa ini masih sangat minim untuk dapat
mengoperasikannya secara optimal. Dari banyak pengalaman, banyak proyek EBT
setelah beberapa waktu tertentu menjadi terbengkalai dan mangkrak. Solusi
cerdas yang dilakukan adalah dengan merekrut tenaga tenaga muda yang trampil
dan berdedikasi untuk mendampingi masyarakat desa. Itulah namanya Patriot
Energi.
Tugas utama Patriot
Energi adalah mendampingi masyarakat desa, menjadi fasilitator, dan memberi
motivasi agar muncul kemandirian yang hakiki di kalangan penduduk sehingga
mereka dapat memelihara peralatan EBT yang dipasang pemerintah. Keuntungan
lainnya adalah masyarakat desa menjadi diberdayakan serta muncul kesadaran dan
ketahanan akan energi terbarukan di kalangan mereka.
Terdapat
4 kompetensi yang diharapkan menjadi kemahiran utama para patriot energi
setelah mengikuti pelatihan khusus, yaitu kompetensi kejuangan, keteknikan,
sosial, dan keikhlasan. Setelah mengikuti masa pelatihan selama 2 bulan para
patriot energi ini disebarkan ke seluruh pelosok negeri di berbagai wilayah
terpencil Indonesia. Dan menempuh masa pengabdiannya selama 6 bulan.
Manfaat yang tak kurang
pula pentingnya adalah terbangunnya rasa cinta tanah air yang tinggi di
kalangan para anak muda sarjana baru harapan bangsa. Rasa peduli kepada sesama,
membangun rakyat di garda depan dan menjadi ujung tombak pembangunan Tentunya
ini akan sangat berguna sekali dalam membangun kader-kader penerus bangsa.
Dapat menjadi ajang pembenihan bibit-bibit unggul pemimpin bangsa di masa depan
yang kenyang dengan pengalaman dan ketrampilan nyata. Ini menjadi modal yang
sangat berharga bagi negara di masa depan. Anak-anak muda yang progresif,
heroik, idealis, trampil, berbudi luhur dan cinta tanah air.
Program Patriot Energi
sudah dicanangkan sejak 2015 dan 2016. Dan tahun 2021 lalu kembali digelar oleh
Kementrian ESDM dengan merangkul LSM IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi
Kerakyatan) sebagai partner program.
Lembaga ini dipimpin oleh Tri Mumpuni,
wanita Indonesia yang masuk dalam 500 tokoh muslim paling berpengaruh di
dunia.
Program yang sangat
inspiratif ini tentunya sangat sesuai pula jika dapat diadopsi untuk
kepentingan kita dalam membangun energi Aceh ke depan. Dengan menganut prinsip
ATM yaitu amati, tiru dan modifikasi, kita dapat mengambil ide dan kreatifitas
dari program Patriot Energi ini untuk diterapkan di Aceh.
Kita tahu Aceh juga
mempunyai hasrat dan cita-cita yang tinggi dalam menerapkan EBT, dengan
menyusun target 33,9% bauran energi EBT tahun 2025 dan 43,3% untuk tahun 2050.
Adopsi program Patriot Energi yang dimodifikasi untuk diterapkan di Aceh dapat
menjadi alternatif pilihan yang brilian. Modifikasi perlu dilakukan dengan
pertimbangan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kekhasan Aceh sendiri.
Aceh memiliki
keistimewaan dan kekhususan tersendiri. Masyarakatnya sangat dinamis, agamis,
terbuka, dan kritis terhadap hal-hal baru dan masih asing di mata mereka. Untuk
itu perlu dilakukan modifikasi yang cerdas terhadap program Patriot Energi khas
Aceh ini. Seperti misalnya, ketrampilan khusus para patriot merebut hati
masyarakat desa. Pandai mengaji, taat beragama, hafal al Quran, mudah beradaptasi
dengan suasana alam pedesaan.
Kesemua itu perlu diramu
dalam suatu media penggemblengan dan pelatihan yang rapi dan sistematis.
Pemerintah Aceh dapat menunjuk pihak-pihak yang telah berpengalaman dalam mempersiapkan
tenaga-tenaga trampil di bidang EBT dan juga sekaligus yang paham sekali akan kondisi
sosio-kultural masyarakat Aceh.
Kalangan perguruan tinggi
di Aceh khususnya yang berkaitan dengan keteknikan sudah cukup dewasa dan siap
untuk berpartisipasi. Baik itu Universitas Syiah Kuala, Universitas
Malikussaleh, Universitas Samudera, dan Universitas Teuku Umar. Bahkan dari
pihak swasta seperti Universitas Abulyatama, Universitas Iskandar Muda,
Universitas Muhammadiyah dan Universitas Serambi Mekkah. Semuanya memiliki
pengalaman dalam pengabdian kepada masyarakat yang selama ini menjadi bagian
dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Para pakar dari berbagai
universitas di Aceh ini dapat dilibatkan untuk menyusun program Patriot Energi
khas Aceh dan bekerjasama secara sinergis dan saling mengisi. Saya membayangkan
kerja besar ini adalah wujud tanggungjawab yang tulus dari perguruan tinggi Aceh
sekaligus ajang menjalin kerjasama yang sangat menguntungkan bagi semua pihak.
Terutama sekali bagi masa depan Aceh sendiri, khususnya di bidang energi
terbarukan.
Inilah program kawah
candradimuka khas keacehan dengan meramu semua potensi kepakaran untuk
menghasilkan tujuan hakiki pembangunan manusia Aceh yang seutuhnya. Generasi
mudanya terdidik dengan sistematis, masyarakatnya diberdayakan dengan
seutuhnya, dan masa depan bangsa Aceh tercerahkan dengan cara-cara yang benar
dan tepat.
Tinggal lagi dibutuhkan
sosok pionir penggerak di tingkat pengambil keputusan tertinggi Aceh yang
mumpuni dalam merangkul semua potensi besar ini menjadi satu kesatuan utuh yang
bersinergi dan berkolaborasi secara sehat dan bertanggung-jawab. Dengan pola
pikir yang sama dalam merungkai visi besar menuju Aceh maju yang sejahtera.
Banda Aceh, 16 Agustus 2022

Tidak ada komentar:
Posting Komentar