Selasa, 30 Agustus 2022

Patriot Energi ala Aceh


Telah dimuat di suratkabar cetak Harian Waspada edisi Selasa, 23 Agustus 2022

Energi Baru dan Terbarukan (biasa disingkat EBT) akan menjadi primadona energi masa depan. Sifatnya yang selalu baru dan berkelanjutan serta ramah terhadap lingkungan menjadi penentu utama pilihan energi masyarakat dunia. Banyak jenis EBT yang telah dikenal antara lain energi surya, energi panas bumi, energi angin, energi biomassa, energi air.

 

Namun untuk kondisi sekarang, peran EBT masih tergolong kecil dibandingkan dengan peran energi fosil sebagai sumber energi primer dunia. Energi fosil (yaitu minyak bumi, gas dan batubara) masih mendominasi dalam pemakaian energi karena mudah, murah dan masih tersedia. Teknologi pemanfaatan energi fosil pun sudah sangat dikuasai dengan baik. Namun, efek buruk energi fosil adalah sifatnya yang merusak lingkungan.

 

Gas buang hasil pembakaran energi fosil adalah CO2 yang meracuni manusia. Efek rumah kacanya mengganggu keseimbangan panas global, sehingga dikuatirkan akan meningkatkan suhu bumi lantas mencairkan es di kutub. Ujung-ujungnya berakibat kepada naiknya permukaan air laut, dan menenggelamkan kawasan-kawasan rendah daratan bumi.

 

Itulah alasan utama kenapa kini negara-negara di dunia berlomba menemukan cara untuk mencari pengganti energi fosil ini. EBT menjadi pilihan penting, dan setiap negara kini mulai menyusun langkah-langkah strategis mereka bagaimana roadmap menuju transformasi energi fosil ke penggunaan EBT.

 

Indonesia dalam hal ini Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bertanggung-jawab dalam hal pemenuhan dan pengelolaan kebutuhan energi nasional. Strategi yang jitu perlu dirumuskan dalam perencanaan pengembangan EBT Indonesia. Salahsatu program andalannya adalah Patriot Energi. Yang intinya menggerakkan sumber daya manusia pilihan dari para sarjana lulusan baru untuk menjadi kader penggerak pengawal EBT di garis depan.

 

Selama ini program pengembangan EBT dilancarkan di kawasan desa terpencil yang sukar mendapatkan layanan listrik utama. Sehingga peralatan listrik yang bersumberkan dari EBT menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan listrik di pedesaan. Umumnya peralatan yang cukup simpel dan mudah diselenggarakan untuk keperluan ini adalah PLTS dan PLTMH, sesuai dengan kondisi potensi wilayah desa sasaran.

 

Namun di sisi lain kemampuan sumber daya manusia di wilayah desa ini masih sangat minim untuk dapat mengoperasikannya secara optimal. Dari banyak pengalaman, banyak proyek EBT setelah beberapa waktu tertentu menjadi terbengkalai dan mangkrak. Solusi cerdas yang dilakukan adalah dengan merekrut tenaga tenaga muda yang trampil dan berdedikasi untuk mendampingi masyarakat desa. Itulah namanya Patriot Energi.

 

Tugas utama Patriot Energi adalah mendampingi masyarakat desa, menjadi fasilitator, dan memberi motivasi agar muncul kemandirian yang hakiki di kalangan penduduk sehingga mereka dapat memelihara peralatan EBT yang dipasang pemerintah. Keuntungan lainnya adalah masyarakat desa menjadi diberdayakan serta muncul kesadaran dan ketahanan akan energi terbarukan di kalangan mereka.

 

Terdapat 4 kompetensi yang diharapkan menjadi kemahiran utama para patriot energi setelah mengikuti pelatihan khusus, yaitu kompetensi kejuangan, keteknikan, sosial, dan keikhlasan. Setelah mengikuti masa pelatihan selama 2 bulan para patriot energi ini disebarkan ke seluruh pelosok negeri di berbagai wilayah terpencil Indonesia. Dan menempuh masa pengabdiannya selama 6 bulan.

 

Manfaat yang tak kurang pula pentingnya adalah terbangunnya rasa cinta tanah air yang tinggi di kalangan para anak muda sarjana baru harapan bangsa. Rasa peduli kepada sesama, membangun rakyat di garda depan dan menjadi ujung tombak pembangunan Tentunya ini akan sangat berguna sekali dalam membangun kader-kader penerus bangsa. Dapat menjadi ajang pembenihan bibit-bibit unggul pemimpin bangsa di masa depan yang kenyang dengan pengalaman dan ketrampilan nyata. Ini menjadi modal yang sangat berharga bagi negara di masa depan. Anak-anak muda yang progresif, heroik, idealis, trampil, berbudi luhur dan cinta tanah air.

 

Program Patriot Energi sudah dicanangkan sejak 2015 dan 2016. Dan tahun 2021 lalu kembali digelar oleh Kementrian ESDM dengan merangkul LSM IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) sebagai partner program. Lembaga ini dipimpin oleh Tri Mumpuni,  wanita Indonesia yang masuk dalam 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia.

 

Program yang sangat inspiratif ini tentunya sangat sesuai pula jika dapat diadopsi untuk kepentingan kita dalam membangun energi Aceh ke depan. Dengan menganut prinsip ATM yaitu amati, tiru dan modifikasi, kita dapat mengambil ide dan kreatifitas dari program Patriot Energi ini untuk diterapkan di Aceh.

 

Kita tahu Aceh juga mempunyai hasrat dan cita-cita yang tinggi dalam menerapkan EBT, dengan menyusun target 33,9% bauran energi EBT tahun 2025 dan 43,3% untuk tahun 2050. Adopsi program Patriot Energi yang dimodifikasi untuk diterapkan di Aceh dapat menjadi alternatif pilihan yang brilian. Modifikasi perlu dilakukan dengan pertimbangan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kekhasan Aceh sendiri.

 

Aceh memiliki keistimewaan dan kekhususan tersendiri. Masyarakatnya sangat dinamis, agamis, terbuka, dan kritis terhadap hal-hal baru dan masih asing di mata mereka. Untuk itu perlu dilakukan modifikasi yang cerdas terhadap program Patriot Energi khas Aceh ini. Seperti misalnya, ketrampilan khusus para patriot merebut hati masyarakat desa. Pandai mengaji, taat beragama, hafal al Quran, mudah beradaptasi dengan suasana alam pedesaan.

 

Kesemua itu perlu diramu dalam suatu media penggemblengan dan pelatihan yang rapi dan sistematis. Pemerintah Aceh dapat menunjuk pihak-pihak yang telah berpengalaman dalam mempersiapkan tenaga-tenaga trampil di bidang EBT dan juga sekaligus yang paham sekali akan kondisi sosio-kultural masyarakat Aceh.

 

Kalangan perguruan tinggi di Aceh khususnya yang berkaitan dengan keteknikan sudah cukup dewasa dan siap untuk berpartisipasi. Baik itu Universitas Syiah Kuala, Universitas Malikussaleh, Universitas Samudera, dan Universitas Teuku Umar. Bahkan dari pihak swasta seperti Universitas Abulyatama, Universitas Iskandar Muda, Universitas Muhammadiyah dan Universitas Serambi Mekkah. Semuanya memiliki pengalaman dalam pengabdian kepada masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

Para pakar dari berbagai universitas di Aceh ini dapat dilibatkan untuk menyusun program Patriot Energi khas Aceh dan bekerjasama secara sinergis dan saling mengisi. Saya membayangkan kerja besar ini adalah wujud tanggungjawab yang tulus dari perguruan tinggi Aceh sekaligus ajang menjalin kerjasama yang sangat menguntungkan bagi semua pihak. Terutama sekali bagi masa depan Aceh sendiri, khususnya di bidang energi terbarukan.

 

Inilah program kawah candradimuka khas keacehan dengan meramu semua potensi kepakaran untuk menghasilkan tujuan hakiki pembangunan manusia Aceh yang seutuhnya. Generasi mudanya terdidik dengan sistematis, masyarakatnya diberdayakan dengan seutuhnya, dan masa depan bangsa Aceh tercerahkan dengan cara-cara yang benar dan tepat.

 

Tinggal lagi dibutuhkan sosok pionir penggerak di tingkat pengambil keputusan tertinggi Aceh yang mumpuni dalam merangkul semua potensi besar ini menjadi satu kesatuan utuh yang bersinergi dan berkolaborasi secara sehat dan bertanggung-jawab. Dengan pola pikir yang sama dalam merungkai visi besar menuju Aceh maju yang sejahtera.

 

Banda Aceh, 16 Agustus 2022


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keberkahan Jual Beli Dalam Islam

Telah dimuat di harian Rakyat Aceh edisi Jumat, 21 November 2025 Beberapa waktu lalu, saya berbincang dengan seorang pedagang kecil di sebua...