Kamis, 26 September 2024

Mimpi Gubernur Aceh

 

Telah dimuat di harian Waspada edisi Kamis, 26 September 2024

Cita-cita luhur yang selalu menjadi idaman semua bangsa adalah terciptanya kesejahteraan yang hakiki bagi seluruh masyarakatnya. Sejarah Aceh telah mencatat kegemilangan kebudayaannya di masa silam dimana sendi-sendi kehidupan masyarakatnya berlandaskan kepada syariat Agama Islam yang kuat. Ini pulalah yang menjadi visi saya memandang kondisi ke depan masyarakat Aceh. Dengan ini diharapkan kita semua dapat merapatkan barisan melangkah bersama dan memandang ke depan ke arah visi yang sama yaitu terwujudnya masyarakat Aceh yang bermartabat dan sejahtera di dalam segala segi kehidupannya berlandaskan kepada syariat Islam.

 

Kondisi masyarakat Aceh yang sejahtera ditunjukkan dengan tercukupinya semua kebutuhan dasar yang standar, (sandang, pangan dan papan), dan tercukupinya kebutuhan dasar spiritual (seperti dapat menjalankan ibadah dengan tenang, rasa keadilan sosial yang tinggi, kehidupan yang damai dan kondusif), dimana segala aktifitas kehidupan masyarakat tidak terlepas dari nafas keislaman. Islam menjiwai semua aspek kehidupan. Sehingga misi utama saya sebagai Gubernur Aceh adalah membawa masyarakat Aceh yang islami ke pintu gerbang kedamaian dan kesejahteraan yang adil kepada semua lapisan sosial masyarakat Aceh.

 

Angan-angan saya akan kondisi riil masyarakat Aceh adalah: 1. Masyarakat Aceh yang taat dan teguh menjalankan syariat Islam, 2. Masyarakat Aceh yang senantiasa gembira, ceria dan bahagia karena tercukupi segala kebutuhan dasar dalam hidupnya, 3. Masyarakat Aceh yang sopan, santun, berbudi bahasa tinggi dan memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap sesama manusia, serta
4. Masyarakat Aceh yang pintar, mandiri dan kuat sehingga dapat menjadi tulang punggung kemajuan peradaban Aceh yang baru

 

Untuk dapat menggapai itu semua boleh jadi tidak dapat diperoleh dalam waktu singkat. Namun dalam masa pemerintahan saya yang 5 tahun ke depan saya perlu merancang program-program mendasar yang akan menjadi fondasi bagi terbangunnya kondisi ideal di atas.

 

Program dan Implementasi

Saat ini kondisi riil di masyarakat Aceh dapatlah dikatakan masih jauh dari harapan. Kesejahteraan yang menyeluruh belum dapat terwujud, sebagian disebabkan oleh efek konflik politik dan bencana tsunami yang belum sepenuhnya hilang. Titik perhatian utama program pengembangan saya adalah sumber daya manusia. Karena manusia menjadi subjek pembangunan, manusia Aceh lah yang dapat mengubah arah kemajuan bangsanya. Untuk itu kita perlu memberdayakan manusia Aceh menjadi manusia yang berkualitas.

 

Secara garis besar saya membagi sektor pengembangan dalam 3 kategori utama, yaitu Pendidikan, Agama dan Ekonomi.

 

Pendidikan

Program yang saya kembangkan untuk sektor pendidikan bertujuan membentuk landasan yang kukuh bagi menghasilkan masyarakat Aceh yang terdidik, berpikir rasional, dan pintar. Ilmu adalah kunci kemajuan suatu bangsa. Dan ilmu diperoleh dari sistem pendidikan yang benar dan tertata dengan baik. Program-program pengembangan dalam bidang ini meliputi:

1. mewujudkan wajib belajar 12 tahun bagi semua masyarakat yang berusia sekolah, artinya pemerintahan saya akan membiayai dan mensubsidi semua lembaga pendidikan 12 tahun ini.

2. merumuskan sistem kurikulum pendidikan yang bermutu

3. mengembangkan sistem pendidikan tinggi yang kuat dan handal

4. mengembangkan program riset dan penelitian teknologi pada bidang-bidang tertentu yang menjadi prioritas.

 

Strategi yang saya gunakan dalam menata bidang pendidikan ini adalah dengan membentuk suatu lembaga think-tank yang terdiri dari pakar-pakar pendidikan terkemuka dan bertugas merumuskan, mengkaji, dan menyusun rancangan pendidikan yang paling tepat untuk Aceh. Para pakar ini akan memberi masukan dan saran kepada saya selaku pengambil keputusan dalam pemerintahan Aceh. Saya akan meminta kepada lembaga ini untuk membuat kajian menyeluruh dan membuat laporan rutin bulanan tentang isu-isu pendidikan aktual kepada saya. Sehingga kebijakan-kebijakan inovatif dan baru dapat saya rumuskan dengan dasar pertimbangan saran mereka.

 

Agama

Dalam bidang agama dan kebudayaan sasaran yang ingin dicapai adalah meliputi terciptanya suatu masyarakat Aceh yang berakhlak tinggi, menjalankan syariat Islam dengan bebas, menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya Aceh yang mulia. Langkah operasional yang memungkinkan untuk saya jalankan adalah:

1. Mewajibkan pendidikan agama bagi semua anak-anak usia sekolah.

2. Mendukung pengembangan media massa yang berorientasi kepada pendidikan agama, budaya dan perilaku santun kepada masyarakat

3. Mendukung kegiatan-kegiatan yang menumbuhkan nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat, seperti musabaqah, seni Islam, dan lain-lain

4. Memberi insentif kepada kegiatan kreatif yang meningkatkan pengetahuan masyarakat akan kehidupan beragama yang baik

5. Menganjurkan budaya tolong-menolong, yang kuat membantu yang lemah di dalam kehidupan masyarakat

6. Membangun pusat-pusat tabung kebajikan publik, panti sosial yang terpercaya

7. Mendorong terciptanya LSM-LSM mandiri yang berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat golongan lemah

8. Memberi teladan kepada masyarakat tentang berkehidupan yang berlandaskan agama dengan cara membina aparat pemerintahan berperilaku sopan, santun, cermat, hemat dan membuang prinsip hidup hedonisme dan berfoya-foya.

 

Strategi khusus yang saya kembangkan untuk membangun bidang ini adalah membina hubungan yang sangat harmonis dengan para ulama terkemuka Aceh (juga ulama dari Nusantara) dengan terus berkomunikasi dan mendengar pendapat ulama atas kebijakan-kebijakan publik yang saya lakukan.

 

Ekonomi

Dalam bidang ekonomi langkah operasional yang penting adalah mewujudkan ekonomi masyarakat yang kuat. Artinya segala aktifitas ekonomi dapat berlangsung lancar, dan perputaran roda ekonomi di wilayah Aceh berlangsung dengan pertumbuhan yang tinggi. Langkah operasional yang penting di sini adalah:

1. Merumuskan program yang merangsang terjadinya pertumbuhan ekonomi, seperti penanaman modal, pencarian investor, kemudahan perizinan dan birokrasi

2. Membangun fasilitas umum yang prima dan bermutu

3. Program perluasan dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat

4. Meningkatkan pendapatan golongan masyarakat, petani, nelayan, dan semua golongan masyarakat berpendapatan rendah

5. Mengembangkan pengelolaan pariwisata khas Aceh

 

Dan strategi yang saya kembangkan untuk dapat mendukung berjalannya program di bidang ekonomi ini adalah dengan membentuk tim kerja yang kuat. Tim ini bertugas merumuskan kebijakan ekonomi riil yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi Aceh. Tim beranggotakan pakar ekonomi baik dari Aceh maupun dari luar Aceh.

 

Gaya Kepemimpinan

Gubernur Aceh adalah pemegang amanah tertinggi dari masyarakat Aceh untuk menjalankan roda pemerintahan yang dipercaya dan demokratis. Untuk itu sebagai Gubernur Aceh terpilih, saya berusaha untuk memahami aspirasi masyarakat Aceh dan mengimplementasikannya ke dalam langkah-langkah kebijakan pemerintahan saya.

 

Selain program kebijakan umum yang telah saya paparkan di atas, saya perlu menekankan pula pandangan saya tentang pemerintahan yang bersih. Saat ini korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) telah menjadi penyakit masyarakat di Indonesia, tidak terkecuali di Aceh. Inilah penyakit yang paling berbahaya dan mengancam program kemajuan pembangunan masyarakat. Untuk itu saya bertekad memberantas KKN sampai ke akar-akarnya. Sistem penegakan hukum akan dijalankan dengan konsekwen. Sistem pembuktian terbalik akan juga saya terapkan. Para pejabat aparatur pemerintahan saya harus dapat membuktikan bahwa hartanya saat ini diperoleh dengan cara yang benar.

Saya juga menuntut kesiapan yang prima dari pihak aparatur pemerintahan (dalam hal ini bawahan dan staf saya) untuk memberi teladan yang baik kepada masyarakat bagaimana kita mampu bekerja dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, program pertama saya sebagai Gubernur Aceh adalah pembinaan aparatur pemerintahan yang bersih, handal, terpercaya dan dihormati serta dibanggakan oleh masyarakatnya. Untuk itu dimulai dari diri saya sendiri, dengan cara mengikrarkan janji untuk hidup sederhana, cermat bekerja, terbuka kepada masyarakat, dan jujur. Untuk itu saya bersedia menerima konsekwensi terburuk, jika saya ternyata melanggar janji yang telah saya ucapkan sendiri ini.

 

Visi dan misi saya sebagai Gubernur Aceh adalah membawa masyarakat Aceh kepada kehidupan yang sejahtera lahir dan batin. Manakala sasaran kehidupan yang demikian belum tercapai, maka selama masa pemerintahan saya kehidupan saya dan keluarga serta staf aparatur di bawah saya tidaklah boleh arogan berfoya-foya dan bergaya hidup mewah sehingga dapat melukai perasaan dan rasa keadilan sosial masyarakat.

 

Kira-kira beginilah angan-angan saya seandainya diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi Gubernur Aceh. Namun apa daya, para calon sudah ditetapkan, yaitu pasangan Mualem dan pasangan Om Bustami. Sehingga sudah tertutup peluang bagi saya untuk dapat mewujudkan angan-angan di atas. Namun saya ikhlas jika para calon Gubernur ini bersedia mengadopsinya menjadi program kerja mereka ketika terpilih nanti. Semoga.

Banda Aceh, 14 September 2024


Keberkahan Jual Beli Dalam Islam

Telah dimuat di harian Rakyat Aceh edisi Jumat, 21 November 2025 Beberapa waktu lalu, saya berbincang dengan seorang pedagang kecil di sebua...